Mei 9, 2008

Sesat di Merbabu

Sabtu, 19 April 2008

Aku sudah mengajak 3orang lewat sms, untuk mendaki gunung dari Selo hari ini, tapi tidak ada yang mengiyakan. Tapi, tetap ingin naik biar sendiri, apalagi ada sms balasan dari senior yang kuajak:”kamu kan dah pernah, naik aja aman kok”, cukup untuk membulatkan tekad.

dua kawan yang kusesatkan. hehehe, maaf kawan

dua kawan yang kusesatkan. hehehe, maaf kawan

Berangkat jam15 dari Jogja dengan sepeda motor menuju Selo. Mencoba jalur Cepogo-Boyolali, yang dulu pernah kulalui – cuma waktu itu dari Selo menuju Jogja malam hari. Aku harus berhenti untuk bertanya jalan yang benar hampir di setiap kali menemukan persimpangan dari sejak Pasar Deles.

Logistik bawaanku ringkas saja: tas daypack kapasitas sekitar 8liter berisi obat-obatan pribadi, dan makanan-minuman yang serba instan-tidak ada yang perlu dimasak.

Rencanaku naik malam, sampai puncak pagi, siang turun, lalu sore sudah tiba di basecamp.

Tiba di Selo jam17, lumayan irit 45menit tinimbang lewat Muntilan-Ketep. Tiba di Masjid yang dibangun oleh MAPALA UNISI, jadi ingat kalau aku belum Ashar.

Belum kutentukan naik Merbabu/Merapi. Aku cuma punya niat untuk naik gunung saja, olahraga, dan foto-foto. Jujur, kupilih malam minggu untuk naik karena berharap bakal ramai, jadi bisa cari kawan untuk jalan bareng, sehingga kecil kemungkinan tersesat, karena bisa mengikuti rombongan yang ada. Untuk Merapi aku belum berani jalan sendiri, tapi untuk Merbabu aku berani.

Baca terus →

Mei 8, 2008

Kuda Bunting Mati

Kamis, 1 Mei 2008img_7473

Aku sedang jalan kaki dari Malioboro Mall menuju Parkir depan Gedung DPRD DIY untuk mengambil kendaraan. Sampai di depan toko pakaian Ramayana, aku lihat ada kerumunan, dan di antara kerumunan orang itu keluar asap. Karena tertarik aku mendekat. Baca terus →

Mei 3, 2008

Solo Batik Carnival, dan Kenapa Aku Rehat di Solo Grand Mall.

Minggu 13 April 2008

Aku baru akan mengeluarkan motor, saat telepon rumah berdering. Rupanya Oscar(mentor fotografi saya) mau memastikan, apa aku jadi ke Solo atau tidak, karena Kereta Pramex sudah akan berangkat, aku mengiyakan. Kami berencana melihat Solo Batik Carnival (SBC). Oscar jelas memotret. Aku, karena kamera sudah terjual, cuci mata sajalah.
Hanya butuh 10menit untuk tiba di Stasiun Lempuyangan dengan sepeda motor dari rumahku di Sagan. Sempat tertahan portal di rel barat Lempuyangan. Portal itu turun karena Pramex dari Stasiun Tugu akan masuk Lempuyangan. Sesaat portal terangkat, sepeda motor kupacu, parkir, beli karcis, dan bergegas masuk kereta yang sudah sesak. Selang 2menit kakiku menjejak di dalam kereta, berangkat, mepet betul. Baca terus →