Sabtu, 19 April 2008
Aku sudah mengajak 3orang lewat sms, untuk mendaki gunung dari Selo hari ini, tapi tidak ada yang mengiyakan. Tapi, tetap ingin naik biar sendiri, apalagi ada sms balasan dari senior yang kuajak:”kamu kan dah pernah, naik aja aman kok”, cukup untuk membulatkan tekad.
Berangkat jam15 dari Jogja dengan sepeda motor menuju Selo. Mencoba jalur Cepogo-Boyolali, yang dulu pernah kulalui – cuma waktu itu dari Selo menuju Jogja malam hari. Aku harus berhenti untuk bertanya jalan yang benar hampir di setiap kali menemukan persimpangan dari sejak Pasar Deles.
Logistik bawaanku ringkas saja: tas daypack kapasitas sekitar 8liter berisi obat-obatan pribadi, dan makanan-minuman yang serba instan-tidak ada yang perlu dimasak.
Rencanaku naik malam, sampai puncak pagi, siang turun, lalu sore sudah tiba di basecamp.
Tiba di Selo jam17, lumayan irit 45menit tinimbang lewat Muntilan-Ketep. Tiba di Masjid yang dibangun oleh MAPALA UNISI, jadi ingat kalau aku belum Ashar.
Belum kutentukan naik Merbabu/Merapi. Aku cuma punya niat untuk naik gunung saja, olahraga, dan foto-foto. Jujur, kupilih malam minggu untuk naik karena berharap bakal ramai, jadi bisa cari kawan untuk jalan bareng, sehingga kecil kemungkinan tersesat, karena bisa mengikuti rombongan yang ada. Untuk Merapi aku belum berani jalan sendiri, tapi untuk Merbabu aku berani.




